Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/kpulombo/public_html/plugins/content/socbuttons/socbuttons.php on line 168

Rancangan Undang-Undang Penyelenggaran Pemilu sedang menjadi buah bibir tidak hanya dikalangan para penyelenggara Pemilu melainkan juga dikalangan para penggiat demokrasi. Ada bebarapa perubahan yang mendasar dari Undang-Undang sebelumnya.

1. Anggota BAWASLU Provinsi 5 orang, yang sebelumnya berjumlah 3 orang.

2. PANWASLU Kabupaten yang sebelumnya Ad Hoc beranggotakan 3 orang, dipermanenkan menjadi BAWASLU Kabupaten dengan jumlah anggota 5 orang.

3. Masa jabatan anggota KPU RI dan anggota BAWASLU RI minimal 1 priode dan dapat dipilih kembali untuk 1 priode berikutnya.

4. Usia anggota KPU RI dan BAWASLU RI Minimal 45 tahun dan maksimal 65 tahun.

5. Sistem PEMILU Proposional Tertutup /PR CLOSED LIST (bahasa RUU Terbuka Terbatas), Mencoblos nomor urut partai atau gambar partai, tidak mencoblos caleg meski daftar caleg ada di suara suara.

6. Penentuan calon terpilih dalam sistem terbuka terbatas murni disasarkan pada nomor urut calon yang diusung oleh parpol.

7. Metode konversi suara menggunakan Sainte Lague Modifikasi. Perolehan suara parpol dibagi pembilang.

8. Syarat jadi parpol peserta pemilu tetap sama dengan sebelumnya, 100% pengurus provinsi, 75% kab/kota, dan 50% di kecamatan dengan1.000 atau 1/1000 anggota.

9. Parliamentary threshold atau ambang batas perwakilan 3,5% hanya untuk DPR RI. Tidak berlaku untuk DPRD, masih sama dengan Undang-Undang sebelumnya .

10. Alokasi Kursi 560 kursi dibagi ke 78 dapil, menjadi 3-10 kursi per dapil.

11. Untuk mengusung calon Presiden, partai atau gabungan partai harus memiliki kursi 20% atau suara 25% dari hasil pemilu sebelumnya. Bagi parpol baru bisa bergabung dengan parpol yang memenuhi sayarat di atas.