Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/kpulombo/public_html/plugins/content/socbuttons/socbuttons.php on line 168

width=GANGGA (kpu-lombokutarakab.go.id)  Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pemilihan umum (pemilu) di jajaran penyelenggara, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Utara (KPU-KLU) mengadakan kajian pemilu dalam bentuk sosialisasi internal terkait tata cara penentuan daerah pemilihan (dapil) dalam pemilihan umum (pemilu), Senin (11/09/2017) di ruang rapat KPU-KLU. Kegiatan dalam bentuk sosialisasi internal pemilu ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada seluruh staf KPU-KLU tentang pemilu. Komisioner, Sekretaris, Kasubbag dan staf sebagai penyelenggara dituntut  mampu menjawab ketika ada masyarakat yang bertanya tentang pemilu. Sehingga semua staf bisa mengetahui secara paripurna paling tidak, bisa mengetahui tahapan-tahapan yang akan dilaksanakan pada setiap Pemilu. Kegiatan Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Ketua Divisi Teknis Burhan Ekwanto dan dihadiri seluruh komisioner, sekretaris, kasubbag dan seluruh staf. Beliau menjelaskan tentang penyusunan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi daerah pemilihan (dapil) yang menjadi dasar untuk menentukan terpilihnya DPRD, DPR PROVINSI dan DPR RI.

 

Ditengah rapat masing-masing staf diberikan lembaran untuk belajar mengisi alokasi kursi karena itu yang akan menentukan jumlah kursi yang akan ditempatkan di masing-masing dapil.

Beliau menjelaskan bahwa pemilihan tata cara penentuan dapil yang menjadi topik pembahasan adalah Karena banyaknya masyarakat yang bertanya tentang dapil mengingat antusiasme masyarakat terhadap Pemilihan Legislatif khususnya DPRD Kabupaten. KPU-KLU mengajukan 2 (dua) skenario dapil yaitu alokasi kursi 5 (lima) dapil dan  alokasi kursi 3 (tiga) dapil.

Beliau berharap kepada semua staf KPU-KLU agar bisa memberikan gambaran atau menjelaskan kepada masyarakat terkait tata cara penentuan dapil dalam setiap pemilu.

“kita juga berharap, seluruh penyelenggara dilingkup KPU-KLU bisa menjawab animo masyarakat sehingga tidak ada alasan bagi kita, untuk tidak tahu Karena ini yang akan menjatuhkan kredibilitas kita sebagai penyelenggara pemilu.” tambahnya. by: Sub-Bag Teknis dan Hupmas