Strict Standards: Only variables should be assigned by reference in /home/kpulombo/public_html/plugins/content/socbuttons/socbuttons.php on line 168

width=GANGGA (kpu-lombokutarakab.go.id) –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lombok Utara Kamis (24/08/2017) kedatangan tamu dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang dengan agenda untuk study banding tentang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati.

Pembukaan disampaikan oleh Kabag Pemerintahan Tresnahadi beliau mengatakan “ Pada pagi hari ini kita hadir bersama-sama dalam rangka menerima kunjungan kerja Komisi Pemilihan Umum Kota Tangerang ke Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Utara. Saya mewakili Asisten 1 menyampaikan salam dari dari Bapak Bupati yang tidak bisa hadir karena ada acara lain yang harus beliau hadiri. Setiap ada kunjungan dari luar daerah kami yang memfasilitasi karena itu memang tugas kami di pemerintahan” ujarnya.

 

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang Ahmad Jamaludin dalam sambutannya mengatakan “ Pada hari ini kita dapat bersilaturrahmi di Lombok Utara dengan Pemerintah Daerah dalam rangka kunjungan kerja study banding Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kota Tangerang. Maksud dan tujuan kami kesini adalah kami ingin mendapatkan masukan-masukan agar kendala-kendala yang kita hadapi dalam penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kota masing-masing dapat diatasi. Sengaja kami melibatkan Pemerintah Daerah dari Asisten 1, DUKCAPIL dan KesbangPol berkaitan dengan bagaimana kondisi Pemerintah Daerah. pengalaman dari tahun ketahun partisipasi pemilihan umum semakin menurun, bukannya semakin naik. Oleh karena itu kami ingin mendapatkan masukan-masukan terkait kiat-kiat dan strategi yang sudah dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Utara yang telah bisa menyelenggarakan pemilihan umum dengan capaian partisipasi 81 %, jadi kita ingin berbagi ilmu dengan Bapak-bapak agar target kami tercapai serta kami juga ingin tahu keterlibatan Pemerintah Daerah seperti apa dan data pemilih seperti apa “. Harapnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Utara Fajar Marta, dalam tangggapanya mengatakan “ Perlu kami jelaskan sebenarnya seluruh Komisi Pemilihan Umum sama saja, baik kendala, peristiwanya sama saja. Alhamdulillah kerja sama kami dengan Pemerintah Daerah selama ini memang selalu bergandengan tangan. Kami dengan DUKCAPIL sangat intens terkait data kependudukan dan kami selalu menjaga komunikasi baik dengan Kesbangpol dan PolPP. Dalam sosialisasi kami melibatkan semua pihak dari mahasiswa, PKK, kalangan petani, nelayan, bahkan lewat khotbah jum’at di masjid untuk umat islam, di pura untuk umat hindu dan di vihara untuk umat budha. Dengan 3 (tiga) agama ini tentunya kita bersatu padu untuk menyukseskan pemilihan umum daerah maupaun pemilihan umum Legislatif. Kenapa itu semua bisa kita lakukan ??? Tentunya kerja sama dengan Pemerintah Daerah, Komisi Pemilihan Umum dan masyarakat terutama dengan tokoh-tokoh masyarakat. Partisipasi di Kabupaten Lombok Utara sangat tinggi karena memang penduduknya sangat sedikit, jalurnya juga hanya satu jadi enak kita bersosialisasi keliling di pinggir jalan dan masuk kampung ke kampung, jadi keterlibatan masyarakat itu sangat penting tidak hanya kita sebagai penyelenggara “. Ungkapnya.

Suasana rapat memasuki sesi diskusi terlihat ada beberapa orang yang mau bertanya salah satunya adalah Endah Sulistyowati beliau menanyakan “ Kendala kami di Kabupaten Tangerang yang amat sangat menyolok berkaitan dengan tugas kami di bidang pendataan atau administrasi kependudukan yaitu masih rendahnya laporan kematian. Yang kami tanyakan bagaimana untuk meminimalisir kendala tersebut karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap laporan kematian “. Tanyanya.

Kemudian ada pula pertanyaan dari M. Ali Jainal Abidin beliau menanyakan “ Dari data yang kami terima, Disini Pemilih yang datang ke TPS hampir 98% suara sahnya. Ini berarti si pemilih memahami menggunakan hak suaranya dengan benar. Nah yang jadi pertanyaan kami, bagaimana pola yang dilakukan Komisi Pemilihan umum Kabupaten Lombok Utara sehingga masyarakat sangat paham dengan proses penggunaan suara.”Tanyanya.

Pertanyaa selanjutnya dari Mahmud Ikbal San beliau menanyakan “ Terkait dengan data pemilih, bagaimana caranya agar bisa menggerakkan para petani dan nelayan melakukan perekaman, ini yang sulit kita lakukan di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Tangerang dan data meninggal yang sering muncul lagi padahal kita sudah saring“. Tanyanya.

Terkait dengan pertanyaan tersebut Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lombok Utara menjawab pertanyaan satu persatu, beliau menjawab “ Dari beberapa TPS di Kabupaten Lombok Utara ada 2 (dua) TPS yang memilih 100% dalam DPT, kemudian kerjasama kita tidak hanya dengan DUKCAPIL tapi dengan DEPAG Kabupaten kaitan dengan pernikahan di bawah umur, kemudian BABINSA yang datanya paling valid dan pada saat ini kita turun langsung ke desa kaitan dengan data meninggal, pindah dan masuk. Kita juga melakukan DPT Berkelanjutan sehingga pada saat DP4 kita sudah selesai, dengan DPT Berkelanjutan akan memudahkan kita dalam singkronisasi data. Terkait adanya beberapa masyarakat kita yang tidak mau melakukan perekaman e-KTP, kita langsung turun untuk mencari, kaitannya dengan sosialisasi semua pihak kita libatkan sehingga tidak ada satupun masyarakat dan LSM yang merasa tertinggal dalam sosialisasi kita “. Jawabnya.

Kemudian Ketua Divisi Teknis Burhan Ekwanto menambahkan, beliau mengatakan “saya pikir kenapa kemudian tingkat partisipasinya tinggi. Yang pertama adalah kesadaran memilih dari masyarakat kemudian data pemilih yang berkualitas, ini yang menurut kami sangat menunjang tingkat partisipasi dalam setiap proses pemilihan umum. Demikian juga terkait dengan pemilih yang berkualitas, maka tentu kita berharap tidak ada lagi atau kita meminimalisir pemilih yang ganda, meninggal yang ada dalam DPT. Selain itu, peran serta steakholder termasuk juga pasangan calon yang sangat masif dalam mengikuti setiap proses tahapan“. Ungkapnya.

 

Selanjutnya Kabid dari DUKCAPIL Suhadman memberikan tanggapan terkait dengan perkaman e-KTP dan kurangnya laporan tentang data meninggal, mengatakan “ kami bekerja sama terutama sekali dengan RSUD, Puskesmas, Desa dan Kecamatan kami membuat MOU untuk mendorong masyarakat ikut perekaman e-KTP. Setiap bulan kami turun menyampaikan betapa pentingnya mempunyai e-KTP dan Kartu Keluarga. Kemudian Permasalahan data kematian, saya meminta setiap laporan di desa dilaporkan ke kecamatan tapi masalahnya di dusun yang tidak melaporkan ke desa. ini juga yang menjadi permasalahan kita, sehingga terbengkalai laporan kematian penduduk karena yang kami terima sangat minim “. Jawabnya. by: Sub-Bag Teknis dan Hupmas