Selasa, 21 Agustus 2018, WIB

Selasa, 15 Mei 2018, 08:44:39 WIB, 32 View abdul gapur, Kategori : Berita KPU RI

Jakarta,kpu.go.id - Maraknya gangguan keamanan yang terjadi beberapa waktu terakhir disikapi bagian pengamanan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan meningkatkan keamanan dan kewaspadaan. Jajaran pengamanan dalam KPU diminta untuk selalu siaga, meminimalisir terjadinya gangguan ketertiban dan keamanan baik dalam bentuk ancaman, gangguan ketertiban hingga teror.

“Seorang pengamanan harus jeli, bagaimana melihat gerak gerik seseorang. Curiga itu perlu, karena otoritas pengamanan ada pada kalian,” ujar Kepala Bagian Pengamanan Setjen KPU Suyadi dalam rapat berbagi pengetahuan (knowledge sharing) yang digelar di Ruang Edelweis KPU Senin (14/5/2018).

Suyadi juga menekankan pentingnya respon yang baik dari jajaran pengamanan KPU untuk melihat potensi terjadinya gangguan keamanan yang ada disekitarnya. Dia berharap jajaran pengamanan cekatan dan mampu menyelesaikan masalah dengan mandiri, safety management perlu untuk mengantisipasi hal tidak diinginkan meluas. “Kalau bisa kita melaksanakan pengamanan sebaik-baiknya, kalau memang masih bisa kerjakan tanpa perlu bantuan pihak lain. Namun tetap kordinasi dengan otoritas pengamanan lain dilakukan,” lanjut Suyadi.

Sementara itu dalam knowledge sharing-nya, Kordinator Keamanan KPU Abdullah Syafeih menerangkan tentang tatacara mengantisipasi teror dari pihak yang ingin mengacaukan keamanan internal. Hal pertama yang dia tekankan adalah sikap tenang dari jajaran pengamanan ketika menerima ancaman.

Adapun untuk mengantisipasi teror yang dilakukan oleh pelaku secara langsung, Abdullah mengajak jajaran pengamanan untuk tidak segan untuk memeriksa secara menyeluruh bawaan dari orang yang datang ke KPU. Termasuk tamu yang datang dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. “Jangan sungkan, ini demi keamanan bersama,” kata Abdullah.

Pada kesempatan itu dia pun mengingatkan kepada jajaran pengamanan KPU untuk bekerja cerdas dan tidak sembarangan dalam menghadapi adanya teror. Dia mengatakan bahwa pelaku teror justru berharap korbannya bersikap sembrono atau keluar dari standar operational prosedur (SOP) yang ada. “Maka saya berharap agar SOP yang belum ada di KPU disiapkan untuk dibuat. Agar bagian pengamanan juga punya tatacara yang jelas,” pungkasnya. (hupmas kpu/ed diR)

http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/6081/Tingkatkan-Kewaspadaan-di-Lingkungan-KPU



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar