Jumat, 21 September 2018, WIB

Jumat, 09 Mar 2018, 09:38:00 WIB, 94 View abdul gapur, Kategori : Berita KPU RI

Semarang, kpu.go.id - Hari kedua acara Rapat Pimpinan (Rapim) Komisi Pemilihan Umum (KPU) berlanjut dengan kegiatan diskusi kelas. Seluruh peserta yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris KPU Provinsi/ KIP Aceh se-Indonesia dibagi ke dalam tiga kelas (A,B, dan C).

Lewat tiga kelas itu, para peserta diajak berdiskusi terkait isu-isu strategis bersama Ketua, Komisioner, Sekjen, dan Jajaran Biro KPU. Kelas A diisi oleh Ketua KPU Arief Budiman, Komisioner Hasyim Asy'ari, Karo Tekmas Nur Syarifah, Karo Keuangan Nanang Priyatna, Karo SDM Lucky Firnandy Madjanto.

Dalam kesempatan tersebut, Arief berpesan kepada peserta untuk menggalakkan sosialisasi pemilu dengan cara-cara baru dan kreatif. Salah satunya melalui air mineral, seperti ide dari KPU Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Menurut Arief, sosialisasi melalui air mineral yang nantinya dituliskan tagline kepemiluan dan tanggal mencoblos akan lebih efektif dalam mengingatkan masyarakat.

"Kalau sosialisasinya pakai air semua itu menarik, pasti diminum orang, daripada kalau bapak ibu bagikan stiker poster sering kali dibuang, pandangan saya jangan pernah bikin poster terus bagikan di jalan, dia senang terima tapi kemudian dibuang, kalo bikin poster ditempel di RT RW tidak apa," kata Arief di Novotel, Semarang, Kamis (8/3/2018).

"Menurut saya gerakan air mineral untuk pemilu itu perlu dimasifkan," sambungnya.

Sementara itu, di kelas B yang diisi oleh Komisioner Evi Novida Ginting, Viryan, Sekjen Arif Rahman Hakim, dan Inspektur Sekretariat Jenderal Adiwijaya Bakti membahas isu terkait evaluasi pelaksanaan timsel, pembentukan badan ad-hoc, dan penyediaan sarana prasarana pemilu.

"Rapim tentu harus menghasilkan keputusan strategis, perlu kita kuatkan lembaga kita point-nya adalah penting pada satu hari ini kita bisa hasilkan rekomendasi bagi penguatan lembaga kita ke depan," tegas Viryan.

Terakhir, kelas C yang diisi oleh Komisioner KPU Wahyu Setiawan, Ilham Saputra, Pramono Ubaid Tanthowi, dan Karo Perencanaan dan Data Sumariyandono membahas terkait kampanye, pengadaan logistik, persiapan dapil dan evaluasi sistem informasi.

Wahyu menyampaikan peran KPU Provinsi penting dalam mengawasi dan mensupervisi KPU Kabupaten/Kota termasuk koordinasi dengan gugus tugas ikhwal aturan kampanye.

"Tolong KPU dimonitoring Kabupaten/Kota-nya. Ini (kampanye) kompleksitasnya tinggi, mohon bijaksana," tandas Wahyu. (Bil/red. FOTO/Qk)

http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/5701/Rapim-KPU-Arief-Minta-Sosialisasi-Pemilu-Lewat-Air-Mineral-Digalakkan



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar