Sabtu, 18 Agustus 2018, WIB

Jumat, 06 Apr 2018, 14:19:30 WIB, 32 View abdul gapur, Kategori : Berita KPU RI

Jakarta, kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar uji publik Rancangan Peraturan KPU (PKPU) Terkait Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Ruang Sidang KPU Jalan Imam Bonjol Jakarta Kamis (5/4/2018).

Dua PKPU yang diuji publikkan antara lain Pencalonan Peserta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Peserta Pemilu Anggota DPR, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota 2019. 

Hadir dalam kegiatan ini Ketua dan Anggota KPU, Arief Budiman, Hasyim Asy'ari, Pramono Ubaid Tanthowi, Ilham Saputra, Sekjen KPU Arif Rahman Hakim serta Kepala Biro Hukum Sigit Joyowardono. Turut diundang penghubung (liaison officer) partai politik peserta pemilu 2019 serta sejumlah aktivis kepemiluan. 

Dalam sambutannya Arief memandang dua PKPU yang diuji publikkan sangat penting dan pasti telah ditunggu oleh partai politik yang akan bertanding di 2019 nanti. Untuk itu dia berharap masukan, kritik dan saran banyak bermunculan selama proses uji publik kali ini. Khususnya dalam membahas sejumlah wacana yang telah ramai diperbincangkan, seperti tentang cuti pejabat negara atau presiden dan wakil presiden selama masa pencalonan. Juga rancangan aturan KPU yang akan meminta calon mencantumkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). "Kalau sebelumnya kewajiban ini hanya untuk calon kepala daerah maka sekarang juga untuk calon legislatif (caleg)," ujar Arief.  

Juga rancangan aturan yang akan mengatur mantan narapidana korupsi yang tidak dicalonkan oleh partai politik. Arief berharap agar hal semacam ini bisa dibahas secara mendalam dalam kegiatan uji publik. 

Arief juga mengatakan PKPU yang diuji publikkan ini telah diajukan ke DPR untuk dikonsultasikan bersama pemerintah. Meskipun pembahasannya dipastikan masih cukup panjang mengingat dua rancangan PKPU sebelumnya (kampanye dan dana kampanye) belum tuntas. "Memang konsultasi agak panjang, untuk kampanye dan dana kampanye didua konsultasi belum selesai. Tapi tetap kita sudah masukkan PKPU pencalonan untuk dikonsultasikan," jelas Arief. 

Dikesempatan yang sama, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi menambahkan agar peserta uji publik juga bisa membahas pasal lain yang ada didalam rancangan PKPU. "Didalam draft ada isu lain yang bisa dibahas, jadi teman-teman tidak hanya fokus pada isu itu," tambah dia. 

Acara uji publik kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi setelah sebelumnya dipaparkan pokok bahasan uji publik dua PKPU yang dijabarkan Komisioner Hasyim Asy'ari serta Ilham Saputra. (hupmas kpu/dianR-Foto dosen/ed diR)

http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/5877/Rancangan-PKPU-Pencalonan-Legislatif-dan-Eksekutif-Diuji-Publikkan/berita



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar