Minggu, 22 April 2018, WIB

Selasa, 13 Mar 2018, 16:32:02 WIB, 66 View abdul gapur, Kategori : Berita KPU RI

Surabaya, kpu.go.id - Bimbingan Teknis Pemungutan, Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Penghitungan Suara serta Sosialisasi Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilihan Kepala Daerah 2018 gelombang III resmi ditutup Senin (12/3/2018) malam. Acara yang diselenggarakan di hotel Shangri-La Surabaya ditutup Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi serta Anggota Komisi II DPR, Fandi Utomo.

Sebelumnya sebanyak 142 satuan kerja (satker) yang menjadi peserta, dibagi kedalam tiga kelas untuk mendapatkan pemaparan materi dari anggota KPU RI, Pusilkom UI serta PPUA Penca. Diberikan juga materi melalui metode Building Resources in Democracy, Government and Election (BRIDGE) dan operator situng. Seperti pada bimbingan teknis sebelumnya, pemberian materi dalam metode bridge bertujuan agar peserta memahami kegiatan sebelum dan sesudah penghitungan suara  penghitungan suara.

Metode BRIDGE sendiri terbagi dalam lima sesi, kegiatan sebelum pemungutan dan penghitungan suara, tugas dan fungsi KPPS dalam pemungutan dan penghitungan suara, perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara, simulasi pengisian formulir dan identifikasi masalah pemungutan penghitungan suara dimana setiap masing-masing sesi memiliki tujuan masing-masing. Melalui BRIDGE, peserta juga terbantu dalam berpikir dan bertindak secara cepat melalui pembuatan metaplan pemungutan suara, membuat jadwal khusus untuk tahapan dan perlengkapan yang dibutuhkan saat penghitungan suara.

Peserta juga diberikan contoh kasus untuk diselesaikan bersama-sama yang dibantu oleh fasilitator-fasilitator yang berpengalaman dalam materi tersebut sehingga peserta dapat memahami materi secara keseluruhan.

Sementara itu Fandi Utomo berpesan agar penyelenggara pemilihan menghindari kecurangan sehingga meminimalisir sengketa. Menurut dia yang perlu diperhatikan penyelenggara adalah tata cara dan logistik (terutama pada cadangan surat suara) yang kerap menjadi sumber masalah. “Saat ini sudah diperbaiki melalui  form C7 tapi ini juga seringkali menjadi potensi kecurangan. Dulu KPPS bisa mengabsen dan menulis sendiri siapa yang datang dalam pemungutan suara, sekarang pemilih harus menulis nama sendiri di dalam form C7 dan kemudian diumumkan,” tutup Fandi.(hupmas yosara/FOTO Qk/ed diR)

http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/5731/Metode-Bridge-Tutup-Bimtek-Tungsura-Situng-III/berita





Tuliskan Komentar