Jumat, 21 September 2018, WIB

Jumat, 02 Mar 2018, 13:31:11 WIB, 103 View abdul gapur, Kategori : Berita KPU RI

Bekasi, kpu.go.id - Memasuki hari kedua pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemungutan, Penghitungan Suara, dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara serta Sosialisasi Situng Gelombang II di Hotel Horison, Bekasi peserta dibagi ke dalam tiga kelas yang diisi oleh pemateri anggota KPU RI, Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca) serta Pusilkom UI.

Pada kelas B yang dimoderatori Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Endun Abdul Haq, materi pertama disampaikan Anggota KPU RI, Ilham Saputra. Dalam pemaparannya Ilham menjelaskan tentang pemungutan, penghitungan, rekapitulasi dan penetapan hasil pemungutan suara.

Menurut Ilham, pemungutan dan penghitungan saat ini tidak banyak mengalami perubahan, hanya ada beberapa yang perlu diperhatikan antara lain formulir C7 yang dahulunya tidak ditulis oleh pemilih, namun saat ini diisi langsung oleh para pemilih. “Itu salah satunya,” ujar Ilham, Kamis (01/03/2018).

Hal lain yang perlu diperhatikan menurut Ilham adalah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) 2015 tentang diperbolehkanya penyandang disabilitas memberikan hak pilihya. Penyelenggara diminta menginventarisir rumah sakit jiwa atau panti dimana dan berkoordinasi terkait dengan TPS di tempat tersebut. “Tetap yang bisa memilih adalah yang telah mendapatkan rekomendasi dari dokter yang menangani secara medis. Karena tetap tidak semua disabilitas mental itu berhak menyalurkan suaranya,” lanjut Ilham.

Adapun pemateri kedua, Wakil Ketua PPUA Penca, Happy Sebayang, meminta agar hal-hal yang menjadi teknis penyelenggaraan dapat disesuaikan dengan kebutuhan penyandang disabilitas. Dia berharap pelaksanaan pemilihan nanti tidak ada lagi temuan penyandang disabilitas yang kesulitan saat memberikan hak suaranya. “Seperti pemilih kursi roda yang tidak bisa memilih atau semisal ada yang jatuh terperosok ketika dibuatkan alur TPS yang berliku-liku. Ini menjadi tugas kami (PPUA Penca) untuk menyampaikan hal tersebut,” kata Happy.

Sementara pemateri ketiga dari Pusilkom UI, Denny menjelaskan tentang situng yang digunakan untuk membantu proses memasukkan dan mempublikasikan informasi kepada masyarakat. Situng sendiri sebagai alat bantu memasukkan formulir C1 dan juga untuk merekapitulasi data secaraberjenjang.

Denny juga menjelaskan penggunaan Aplikasi Excel dari DAA, DA1 sampai DC1 agar bermanfaat sebagai pelayanan transparansi dan publikasi kepada masyarakat didalam website di pilkada2017.kpu.go.id. “Untuk tahun 2018 ini ada Situng Cepat, yaitu menghitung dengan cepat dengan pelayanan 1 x 24jam yang jika ada salah-salah teknisnya akan kita tampilkan apa adanya, dan proses pembenaran akan ada di rekap berjenjangnya,” tambah Deddy. (irul.red/FOTO KPU/irul/Hupmas/ed diR)

http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/5659/Matangkan-Teknis-Tungsura-Hingga-Penguatan-Situng



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar