Sabtu, 18 Agustus 2018, WIB

Jumat, 09 Feb 2018, 14:09:54 WIB, 108 View abdul gapur, Kategori : Berita KPU RI

Jakarta, kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar rapat kerja (raker) Kelompok Kerja Pemilu Luar Negeri (Pokja PLN) di Hotel Hermitage Jakarta Kamis (8/2/2018). Acara yang berlangsung hingga Sabtu (10/2) ini dihadiri oleh anggota pokja LN baik dari KPU maupun Kementerian Luar Negeri (Kemlu). 

Turut hadir, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi, Komisioner Evi Novida Ginting Manik, Sekjen KPU Arif Rahman Hakim, Kepala Biro Perencanaan Sumariandono serta Ketua Pokja LN Wajid Fauzi. 

Menurut Pramono Ubaid Tanthowi acara ini bertujuan untuk merumuskan sejumlah rencana kerja penyelenggaraan pemilu 2019 bagi warga yang tergabung didalam daerah pemilihan (dapil) Jakarta II tersebut. Kegiatan yang dilaksanakan secara sederhana ini juga sangat penting karena berkaitan langsung dengan hak pilih WNI di luar negeri. Tercatat ada 2 juta WNI yang harus terakomodir haknya di 17 April 2019 mendatang. 

"Kalau bicara pemilu LN kita harus ingat definisi pemilu sebagai sarana kedaulatan rakyat memilih wakilnya. Jadi disitu ada penekanan memfasilitasi rakyat tidak hanya didalam negeri tapi juga luar negeri," ujar Pramono. 

Penyelenggaraan pemilu di LN menurut Pramono tidaklah mudah, selain dihadapkan pada persoalan teritorial, pemilih yang tersebar di 130 negara juga menuntut strategi khusus dalam mengatur pengiriman logistik. "Itu juga sangat rumit. Belum lagi tantangan pokja melakukan sosialisasi, menjangkau logistik pemilih yang mungkin dinegara itu tidak ada penerbangan kesana atau tidak punya hubungan diplomatik dengan negara kita," lanjut Pramono. 

Meski demikian Pramono yakin, dengan raker pokja LN ini dapat mengatasi persoalan tersebut. Dia juga mengingatkan bahwa minat masyarakat di luar negeri untuk ikut serta dalam pemilu tetap besar mengingat biasanya ada rasa keterikatan yang begitu tinggi masyarakat yang tinggal di luar negeri dengan aktivitas yang dilakukan oleh negaranya. "Rasa nasionalisme kita di luar negeri sering kali lebih kuat dan pemilu dalam konteks itu juga jadi bagian dari ikatan tadi. Mereka punya ikatan melekat, ikut menentukan siapa yang dipilih untuk negara ini," tambah Pramono. 

Ditempat yang sama Sumariandono mengatakan raker Pokja LN bertujuan menyusun rencana kerja untuk pemilu 2019. Selain itu acara ini juga diharapkan bisa merumuskan pembentukan badan adhoc penyelenggara pemilu luar negeri juga diharapkan bisa membahas pemutakhiran WNI di luar negeri. "Lainnya acara ini diharapkan menjadi persiapan kita dalam kegiatan sosialisasi dan logistik pemilu di luar negeri," jelasnya. 

Selama empat hari, peserta raker menurut dia juga akan mendapatkan sejumlah materi. Seperti hari pertama peserta mendapat pemaparan dari Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi tentang PPLN, Komisioner Evi Novida Ginting Manik tentang sosialisasi PKPU 4/2018 tentang PPLN,  sekjen KPU  Arif Rahman Hakim tentang rencana kerja dan anggaran, serta Komisioner Viryan materi tentang pemutakhiran data pemilih. "Untuk hari kedua akan dilakukan pembagian kelas supaya lebih intensif pembahasan sehingga kita akan kelompokkan menjadi tiga kelas," tutup Sumariandono. 

Sementara itu Wajid Fauzi menegaskan komitmennya untuk menyukseskan penyelenggaraan pemilu di luar negeri. Dia pun mengajak anggota pokja LN yang berjumlah 85 orang untuk kompak dan bekerjasama demi mendukung pemilu yang sukses dan lancar. "Pokja dari Kemenlu dan KPU sama, berada dalam satu kesatuan pekerjaan, satu komando mendukung pemilu tertib lancar sukses," ucap Wajid.  

Wajid mengatakan pelaksanaan pemilu di luar negeri memang sangat kompleks. Untuk itu dia berharap setiap anggota pokja memahami tugas, pokok dan fungsinya masing-masing. "Pahami tupoksi saudara dibagian mana sehingga ketika melaksanakan kegiatan bisa berjalan baik," tambah Wajid. (diR/red. FOTO Arf/Humas KPU)

http://www.kpu.go.id/index.php/post/read/2018/5505/KPU-Gelar-Raker-Pokja-Pemilu-Luar-Negeri



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar