Selasa, 23 Januari 2018, WIB

Senin, 06 Nov 2017, 13:29:14 WIB, 20 View ANGGAR KUSUMA NEGARA, Kategori : Berita KPU RI

Jakarta, kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menghadiri acara Live Event ‘Indonesia Memilih’, Rabu (1/11) di studio grand Metro TV, Jakarta.

Acara tersebut membahas tentang tema Mencari Negarawan pada Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, serta talkshow untuk mengawali pesta demokrasi serentak yang dihelat di Indonesia.

Dalam acara tersebut Metro TV memberikan peryataan mengenai komitmennya sebagai stasiun TV berita untuk mengawal pesta demokrasi secara transparan. 

Selain dihadiri oleh Ketua KPU RI Arief Budiman, hadir pula Ketua Badan Pengawas Pemilu, Abhan, dan Kepala Divisi Humas Polisi Republik Indonesia (Polri) Irjen Pol. Setyo Wasisto, serta 17 Ketua KPU provinsi yang menyelenggarakan Pilkada 2018.

Arief Budiman dalam paparannya terkait indeks kerawanan dalam perhelatan Pilkada 2018 mengatakan, KPU tidak secara khusus fokus pada satu, dua daerah. Arief mengatakan, KPU memperlakukan daerah yang menyelenggarakan pilkada secara sama.

Fokus KPU terletak pada tahapan-tahapan pilkada yang berlangsung. Arief menambahkan, KPU akan lebih fokus mengenai distribusi logistik menjelang tahap pemungutan suara, serta pada hari H pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara.

“KPU tidak membuat indeks kerawanan tersendiri. Bagi KPU setiap wilayah yang menyelenggarakan pilkada perlu mendapatkan perhatian yang sama. Tapi dalam setiap tahapan, tentu fokusnya bisa beda-beda, biasanya yang mendapatkan perhatian lebih pada saat distribusi logistik dan pemungutan dan penghitungan suara,” papar Arief.

Mengenai kerawanan, Arief mengatakan KPU berkomunikasi intens dengan pihak kepolisian.

“Dan KPU berkoordinasi dengan pihak kepolisian, yang menjadi catatan kami selama ini sering kali terjadi konflik, dan menjadi perhatian lebih,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto mengatakan, Polri siap dalam melakukan pengamanan pilkada. Dalam prosesnya Polri juga siap bekerja sama dengan KPU untuk mendukung lancarnya pilkada.

“Dari pihak kepolisian tentu bekerja sama, tapi mempunyai sudut pandang sendiri, karena kami perlu menyiapkan pengamanan,” kata dia.

Mengenai keterlibatan media massa pada tahapan pilkada, Arief berharap media massa dapat menjalankan fungsinya secara baik, yakni tetap menjaga kredibilitas dan independensi dalam menyajikan informasi yang akan dikonsumsi oleh masyarakat luas.

“KPU tetap menginginkan Metro TV menjadi media yang mampu menjaga kreadibilitasnya, indepedensinya, tapi tetap tidak kehilangan kreasi dan inovasinya,” Ujar Arief. (ieam/red. FOTO KPU/ieam/Hupmas)





Tuliskan Komentar