Minggu, 22 April 2018, WIB

Jumat, 23 Mar 2018, 15:33:13 WIB, 45 View abdul gapur, Kategori : Berita Pemkab KLU

Humaspro Setda KLU, Gangga - Bertempat di Gedung Serbaguna Gondang Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH didampingi Wabup Sarifudin, SH., MH, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara Drs. H. Suardi, MH, dan Ketua DPRD Lombok Utara Dra. Hj. Ni Wayan Sri Pradianti, membuka Musrenbang KLU (22/3).

Kegiatan yang menghadirkan narasumber akademisi Dr. Suwandi, SE., MEc, Dr. Sumiadi, ST., MT dan Staf Ahli Kemenpora Drs. Deibel Effendi, M. Sc ini dihadiri pula oleh Dandim 1606 Lombok Barat, Wakapolres Lombok Utara, unsur Kejaksaan, Bappeda NTB, Parastaf Ahli, Paraasisten, Kepala OPD KLU, Paracamat, Parakades, NGO, serta tamu undangan Lainnya.

Ketua Pelaksana Musrenbang Heryanto SP, dalam laporannya menyatakan Musrenbang RKPD adalah agenda rutin Pemda tahun ketiga RPJMD. Terkait Musrenbang ini, lanjutnya, landasan hukumnya adalah UU nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Pembangunan Daerah, PP Perubahan Pembangunan Jangka Panjang Daerah.

"Musrenbang bertujuan melakukan sinkronisasi usulan program daerah tahun 2019 dengan pemangku kebijakan, OPD, parapengusaha, parapegiat NGO, usulan program prioritas pembangunan, hasil Musrenbang kecamatan, Renja tahun 2019 yang diusulkan OPD, hasil Musrenbang Perempuan, Anak, Pemuda, Pelajar dan Mahasiswa, serta hasil Gendurasa," jelas Kepala Bappeda KLU itu. Lebih lanjut dinyatakan, nantinya diharapkan ada kebutuhan ril yang tertuang baik dari APBdes, APBD, dan APBN.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB melalui Kabid Sosbud Drs. Lalu Hasbulwadi, M. Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa forum ini forum yang spesial dan strategis untuk menggodok program prioritas yaitu RPJMD tahun 2018 dengan pendekatan holistik integratif, dan tematik.

Untuk mengaplikasikan sebuah pendekatan, lanjutnya, kita perlu data aktual. Lantaran suatu perencanaan tak akan punya makna, bila tak disertai dengan data aktual dan kongkret.

"Dinamika perkembangangan strategis, lokal, regional menuntut kita merencanakan pembangunan yang berkualitas, dibutuhkan sinergisitas dan kerjasama diantara seluruh stakeholder yang turut dalam perencanaan," ujarnya mewakili Kepala Bappeda Provinsi NTB.

"Pada kesempatan ini, saya ingin memberikan poin penting sebagai pertimbangan, sinergi dan integrasi total untuk penurunan kemiskinan sesuai dengan tagline Musrenbang kali ini, bisa menjadi prioritas pertama, supaya program dan kegiatan mengarah pada program pengentasan kemiskinan," tandasnya.

Peningkatan layanan publik, prioritas pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas lingkungan hidup bisa disinergikan dan dijabarkan sebagai program dan kegiatan prioritas pembangunan Lombok Utara.

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, sebelum membuka secara resmi Musrenbang menyampaikan untuk menyinergikan prioritas unggulan dalam RPJMD KLU sesuai amanat UU nomor 25 tahun 2004, diperlukan kesungguhan.

Lebih lanjut bupati menyampaikan pengembangan konsep Musrenbang perempuan menjadi Musrenbang perempuan, anak, pemuda, pelajar dan mahasiswa untuk menelurkan ide-ide yang tak terpikirkan oleh orang dewasa.

Diantara usulan yang diusulkan dalam Musrenbang anak dan remaja adalah mempermudah masuk strata dua. Pemda telah melakukan MoU dengan LPDP.

"Adanya Gendurasa sebagai pramusrenbang dengan mengedepankan adat dan budaya KLU, sehingga menjadi ikon KLU di NTB pada tahun ketiga Musrenbang Pembangunan. Selain itu pula, KLU mendapat WTP selama tiga tahun berturut-turut, tentu tak mudah. Perlu kerjasama kita bersama meningkatan pendapatan dan meningkatan pelayanan," ujar bupati yang juga sebagai Ketua APKASI Regional Bali NTB NTT itu.

Sebagaimana diketahui, telah banyak capaian yang diraih Pemda KLU, diantaranya dari sisi penghargaan dan inovasi yang dilakukan untuk memudahkan layanan publik.

"Satu hal yang ingin saya tekankan pada Musrenbang tahun ini adalah perencanaan yang bersifat komprehensif. Perencanaan Komprehensif merupakan suatu perencanaan yang terintegrasi antara rancangan dengan realisasi program/kegiatan secara terukur dan berkelanjutan. Bukan parsial atau bukan pula setelah perencanaan terabaikan tanpa keberlanjutan program/kegiatan. Perencanaan komprehensif mengintegrasikan antara rancangan dengan realisasi yang berkelanjutan," ungkap Bupati Najmul yang menjadi poin penting penyampaian kebijakannya.

Bupati mencontohkan, apabila dibangun jalan baru, maka perlu ada perencanaan pada tahun berikutnya mengenai perawatan berkala, sehingga ada keberlanjutan program secara komprehensif.

Adapun kriteria peningkatan IPM, penurunan kemiskinan, peningkatan pelayanan publik menjadi tolok ukur peningkatan. Rate IPM pada tahun 2016 yaitu 2,8 poin menjadi 0,8 poin. Semoga indikator-indikator ini bisa diperbaiki dan terus ada perubahan ke arah yang lebih baik.

Bupati kemudian secara resmi membuka acara dilanjutkan dengan pemukulan gong didampingi, wabup dan Ketua DPRD Lombok Utara.

(sas/humaspro) Foto: rsd/humaspro

http://lombokutarakab.go.id/v1/berita/260-bupati-bersama-wabup-dan-ketua-dprd-buka-musrenbang-2018





Tuliskan Komentar