Selasa, 21 Agustus 2018, WIB

Kamis, 28 Jun 2018, 13:45:30 WIB, 14 View abdul gapur, Kategori : Berita Pemkab KLU

Humaspro Setda KLU, Gangga - Lebaran Ketupat atau yang masyarakat Dayan Gunung biasa sebut Lebaran Topat merupakan penutup dari pelaksanaan puasa sunnah Syawal. Tradisi ini dirayakan secara turun temurun sejak ratusan tahun silam, diantaranya oleh masyarakat suku Sasak Lombok khususnya masyarakat Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada perayaan Lebaran Topat tahun 2018 ini, pelaksanaan Lebaran Topat dipusatkan di Pantai Sedayu Lekok Kecamatan Gangga. Pelaksanaannya dibuka oleh Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH didampingi Wabup Sarifudin, SH., MH dan Sekda Drs. H. Suardi, MH (22/6).

Kemeriahan Lebaran Topat berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri pula oleh Kapolres Lombok Utara AKBP Afriady Lesmana, SIK, Unsur Kodim 1606 Lombok Barat , Paraasisten, Parastaf Ahli, Parakepala OPD, Tokoh Agama, Tokoh Adat serta ribuan warga masyarakat KLU yang hadir merayakan Lebaran Topat.

Koordinator penyelenggara H. Muhammad, S. Pd, menyatakan kegiatan ritual Lebaran Topat merupakan tradisi khusus masyarakat Lombok. Pada tahun ini, lanjutnya, sesuai arahan bupati dan wabup, kegiatan ini dilaksanakan di Pantai Sedayu lekok.

Lebih lanjut disampaikan Kadis Budpar KLU itu, kegiatan terlaksana berkat usulan dan kerjasama dari semua pihak. Pada tahun ini, kegiatan Lebaran Topat dilombakan, dan para peserta diberikan apresiasi dalam bentuk tropi penghargaan, serta adanya karnaval yang diikuti lima kecamatan di KLU.

"Untuk para juara pertama, kedua, dan ketiga diberikan hadiah reward uang pembinaan dan tropi, begitu juga dengan juara harapan 1 dan 2 yang besarannya berbeda sebagai bentuk apresiasi telah turut menyemarakkan tradisi berlebaran topat," imbuhnya.

Sedangkan Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur bisa berkumpul di tempat ini dalam event tahunan Lebaran Topat.

"Sejarahnya, setelah puasa Ramadhan kita melaksanakan puasa 6 hari pada Bulan Syawal. Salah satu cara melestarikan tradisi budaya kita yang ada di KLU sebagai pemacu destinasi wisata dunia," ungkap bupati.

Pada kesempatan tersebut, bupati mengapresiasi adanya karnaval ketupat dari lima kecamatan yang membuat sajian ketupat dari beragam kuliner penunjang.

"Terima kasih saya sampaikan kepada semua kecamatan yang sudah berpartisipasi mengikuti acara ini. Mulai dari Kayangan dengan kontingen terbanyak, juga Kecamatan Bayan yaitu kecamatan paling jauh juga hadir, begitu juga kecamatan-kecamatan yang lain.

Selanjutnya bupati didampingi wabup, sekda, kapolres serta Kadis Budpar memotong ketupat raksasa secara bersama, tanda dimulainya Lebaran Topat tahun 2018.

Sebelum munajat zikir dan doa, dilakukan pembacaan putusan pemenang lomba festival karnaval topat yang diikuti oleh perwakilan lima kecamatan se KLU. Berdasarkan SK Bupati Lombok Utara Nomor 005/735/2018 tentang Penunjukan Tim Festival Lebaran Topat tahun 2018 dan SK Kadis Budpar KLU tentang Penunjukan Dewan Juri Lomba Festival Lebaran Topat tahun 2018, yang menjadi juara I adalah Kecamatan Kayangan dengan nilai 1725, juara II Kecamatan Gangga dengan nilai 1695, juara III Kecamatan Tanjung dengan nilai 1610. Pengumuman pemenang festival Lebaran Topat disampaikan oleh Ketua Dewan Juri Arnowadi, S. Pd, sebagai juara harapan I Kecamatan Bayan dan harapan II Kecamatan Pemenang.

Rangkaian acara ditutup dengan zikir dan do'a dipimpin Kemenag KLU H. Mukhsin, MPdI, diakhiri dengan pelepasan ratusan bibit tukik di Pantai Sedayu Lekok, diikuti tamu undangan lainnya.

(sas/humaspro)  foto: rsd/humaspro

http://lombokutarakab.go.id/v1/berita



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar