Jumat, 17 Agustus 2018, WIB

Kamis, 12 Apr 2018, 08:53:12 WIB, 32 View abdul gapur, Kategori : Berita Pemkab KLU

Humaspro Setda KLU, Tanjung - Diantara kesibukannya sebagai orang nomor satu di KLU Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH (10/4) menerima kunjungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka studi banding terkait pengembangan wawasan layanan publik dan layanan administrasi terpadu kecamatan (Paten) di Aula Kantor Bupati.

Hadir juga mendampingi Bupati, Sekretaris Daerah KLU Drs. H. Suardi, MH, Para asisten, Para kepala OPD dan Para camat lingkup Setda KLU, beserta tamu undangan. Rombongan dari Pemprov Kalbar itu dipimpin Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Kalbar Yohanes Budiman, S.I.P., M.Si.

Menurut Yohanes Budiman, rombongan berjumlah 128 orang, diantaranya 7 orang dari Biro Pemerintahan Pemprov Kalbar, 3 orang asisten dari 3 kabupaten, Kadis PTSP, Kabag Pemerintahan Kabupaten, 68 orang camat serta pejabat lainnya.

"Hadir dalam rombongan ini 10 kabupaten/kota dari 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalbar," imbuhnya.

Lanjutnya, pimpinan rombongan itu mengatakan KLU menjadi obyek studi banding mendapat rekomendasi dari kementerian dengan beberapa inovasi yang telah Pemda KLU lakukan. Selain sebagai daerah wisata ada juga beberapa hal lain terkait dengan kecamatan yang ingin diketahui.

"Mohon Bapak Bupati mau berbagi pengetahuannya, supaya bisa kami bawa pulang sebagai inspirasi percontohan," harap Kabiro Pemerintahan Pemprov Kalbar pada sambutannya.

Dalam pada itu, Bupati Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH dihadapan rombongan Pemprov Kalbar memaparkan KLU kabupaten kecil pemekaran dari Kabupaten Lombok Barat, hanya lima kecamatan dengan angka kemiskinan paling tinggi, tapi angka pengangguran paling rendah di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Angka kemiskinan telah dapat dientaskan secara progresif dari tahun ke tahun.

Lebih lanjut, bupati menambahkan sektor pariwisata sebagai daerah wisata nasional yaitu 3 gili dengan jumlah kunjungan hampir 3 ribu orang/perhari, air terjun Sendang Gile, dan Gunung Rinjani. Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun pertama terbentuk sebesar 6 milyar, selang dalam jangka waktu 8 tahun (tahun 2017) realisasi PAD KLU mencapai 130 milyar sehingga 3 tahun berturut-turut menerima penghargaan.

"Dalam membangun daerah, kami prioritaskan dengan Percepatan, Inovasi, dan Nilai tambah (PIN). Ini saya tekankan kepada semua kepala dinas untuk melakukan minimal dua inovasi. Untuk program PATEN, kami menganggarkan sejumlah 2 milyar. Dengan pelimpahan tugas pemda ke kecamatan sebanyak 38 item tugas, sehingga program PATEN ini, tugas pemda banyak yang telah diselesaikan di kecamatan," jelas bupati disambut aplaus hadirin.

Disamping itu pula, bupati menambahkan, Pemda KLU membuat perbup tentang Dana Desa sehingga honor guru PAUD dan TK dapat dianggarkan oleh desa.

Sebelum bupati melanjutkan acara untuk membuka secara resmi Raker Kesda di RSUD KLU, acara penerimaan kunjungan studi banding Pemprov Kalbar diakhiri dengan tukar cinderamata dari Pemprov Kalbar dengan Pemda KLU serta foto bersama.

(sas/humaspro) Foto: rsd/humaspro.

http://lombokutarakab.go.id/v1/berita/283-bupati-terima-rombongan-studi-banding-pemerintah-provinsi-kalbar



Jumat, 29 Jun 2018 Pilkada 2018 Aman dan Lancar


Tuliskan Komentar